Nonie Aznida : Gadis Berkaca Mata: sajak
Showing posts with label sajak. Show all posts
Showing posts with label sajak. Show all posts

Tuesday, September 28, 2010

Sajak Hari Akhir Persekolahan

Ada suara hati
yang tersisip
di celah buku-buku
ada mata batin
yang mengintip
pesan para guru
ada air jernih
yang tumpah
dalam dakapan perpisahan
ada tangan nakal
yang mengukir;
merdeka,kita ke takah dewasa!
Teruskan membaca post saya

Sajak

Sajak ini diambil daripada Antologi Teks Komponen Sastera dalam mata pelajaran Bahasa Malaysia Tingkatan 1:Kasut Kelopak Jantung.

SAJAK KIAN KITA LUPA

Kian kita lupa
pada usul jerih bangsa
bila mewah harta di birai mata

Kian kita lupa
pada derita moyang dahulu kala
bila asyik riak dan berbangga

Kian kita lupa
pada azab dan seksa di sana
bila Tuhan melimpahkan kurnia

Tetapi
kita hanya tak lupa
bila terlewat masa
untuk menyesali segala
terlanjur laku dan bicara
bahagia bertukar derita
gembira menjadi daku
Teruskan membaca post saya

Saturday, July 25, 2009

SAJAK LUKA

LUKA

Ku cuba lelapkan mata
harapanku pabila dibuka nanti
tiada lagi
dunia yang bergoncang hebat
langit yang mendung serta
hujan yang jatuh menyembah
bumi tanpa henti...
jiwa yang penuh dengan
calar-balas warna kehidupan
warna yang bisa buatku
lemas dalam kerinduan dan penderitaan...

ku cuba lelapkan mata impianklu agar
ia tidak bisa dibuka lagi
tidak!
memang amalanku belum mencukupi
banyak dosa belum terampun
banyak hati yang masih terguris
banyak hutang yang belum dibayar
tapi....
aku benci hidup seperti ini
lemas ak dalam lombong kasih sayang
tercalar badanku dek ketajaman parang kecemburuan
melecur kulitku akibat api kerinduan
bertaburan gigiku pabila
aku tersembam di bumi dendam...

ku cuba lelapkan mata
tetapi tidak bisa
lalu aku membukanya
untuk menghadapi segalanya...

Teruskan membaca post saya

SAJAK GADIS KECIL

Gadis Kecil

Tubuh itu mengingatkan daku
sebatang pinang di desa sepi
kurus dan tinggi
ketika ribut besar
pohon sekitarnya rebah terkapar
dan pohon pinang tegak menanti
sinar mentari pagi

Demikianlah gadi kecil itu
kurus seperti sebatang pinang
bertahun berulang-alik melalui
penjara kawat duri menemui
ayahnya yang bertahun pula sendiri
menentang tiap penderitaan
tabah dan beriman.

Gadis kecil itu mengagumkan daku
tenang dan senyuman yang agung
dengan sopan menolak pemberianku
'saya tak perlu wang, pak cik,
cukuplah kertas dan buku.'

Usianya terlalu muda
Jiwanya didewasakan oleh pengalaman
tidak semua orang mencapai kekuatan demikian
ketabahan yang unik, mempesonakan.
Bila aku menyatakan simpati dan dukaku
rasa pilu terhadapnya

sekali lagi dia tersenyum dan berkata:
'jangan sedih, pak cik, tabahkan hati
banyak anak-anak seperti saya di dunia ini.'

Aku jadi terpaku
dia, si gadis kecil itu menenteramkan
mengawal ombak emosiku
jangan sedih melihat derita pahitnya.
Alangkah malunya hati seorang lelaki dewasa
yang mahu membela manusia derita terpenjara
menerima nasihat supaya tabah dan berani,
dari anak penghuni penjara sendiri?

Sepuluh anak seperti dia
akan menghapuskan erti seribu penjara .

Teruskan membaca post saya

Sunday, April 12, 2009

Kuala Lumpur

Tersergam indah
kota warisan
terkenal di seantero dunia
lambang kemegahan
bangsa berdaulat

Kuala lumpur
di sini
kita hirup udara segar
kita petik bunga mekar
kita kejar mentari bersinar
kita nyanyi lagu syahdu

Kuala lumpur
di sini
kita lakar hayat penuh makna
kita bina mahligai bahagia
impian indah jadi nyata

Kuala lumpur
selagi bernafas berdenyut
selagi upaya bergayut
kita redah segala
kita perjuangkan untuk semua
yang gagah datang membantu
yang lemah kita bantu
kuala lumpur akan jadi bukti
kita sememangnya bangsa perkasa

Teruskan membaca post saya